Demam Emas di Madina dan Mompang Julu (Bagian 2-Habis)

Ketika tulisan ini dibuat (Ahad, 25/09), demam Emas di Mompang Julu tidak seperti di awal tahun 2011 ini ketika dimana-mana ada pembicaraan tentang emas, galundung, gebosan, pirit dan sejenisnya. Tempat yang dulunya sentra penambangan emas yang terpusat di Huta Julu sekarang memang tetap ramai, tetapi tidak seperti ketika emas banyak ditemukan di tempat ini. Sekarang tempatnya terpisah-pisah makin jauh ke dalam hutan dan perkebunan karet yang penulis yakini sudah masuk kawasan Taman Nasional Batanggadis (TNBG) dan ditempat yang lama sudah banyak ditinggalkan, yang ada sekarang hanya lobang-lobang yang ditinggalkan karena tak menghasilkan emas lagi dan tak terhitung banyaknya yang suatu saat mungkin akan runtuh dan bisa saja menimbulkan korban. Konon ketika lobang-lobang bekas penggalian emas itu sudah pernah memakan korban, baik yang tertimbung karena longsorannya maupun terjebak di dalam lobang penggalian dan tidak bisa keluar.

Beberapa penduduk Mompang Julu yang kebanyakan bekerja sebagai kuli angkut batuan yang sudah di masukkan ke dalam goni untuk di bawa ke Huta Julu, dulu kebanyakan hidup lebih mewah dari biasanya karena asal mau ke Huta Julu, pasti pulang membawa uang minimal 100-200 ribu rupiah per hari, suatu angka yang selama ini kebanyakan masyarakat sulit mendapatkannya. Walaupun ini bukan pekerjaan yang mudah bagi yang tidak biasa membawa beban berat, tapi banyak anggota masyarakat yang mencoba. Beberapa dari mereka hanya bertahan 1 –  2 hari karena tidak sanggup disebabkan beban berat ditambah medan menanjak dan menurun. Tapi ada juga yang tetap bertahan hingga saat ini, walaupun tinggal beberapa orang saja.


Ada juga anggota masyarakat yang mencoba peruntungan dengan ikut menggali lobang guna mencari batuan berisi emas. Walaupun sama sekali tidak mempunyai pengalaman seperti penggali dari Pulau Jawa yang mendominasi, tidak menyurutkan niat mereka. Tentu saja, tanpa pengalaman, sebagian besar dari mereka tidak mendapat hasil seperti yang diharapkan. Ada juga yang menjadi agen lobang dadakan dengan cara mencari beberapa orang yang mau masuk dan menggali batuan ke lobang tambang yang sering menghasilkan emas, ini lebih dikenal dengan istilah manggacong. Hasilnya nanti akan dibagi sesuai kesepakatan antara agen, penambang dan pemilik lobang. Ada juga istilah mangaleles, yaitu meminta beberapa batuan ke lobang-lobang tambang yang sering menghasilkan banyak batuan berisi emas, mengharap kemurahan pemilik atau penambang yang mungkin akan memberikan beberapa bongkah batuan yang diharapkan berisi emas setalah digalundung.


Salah satu pembicaraan hangat saat ini di Mompang Julu adalah hilir mudiknya helikopter yang menurut beberapa anggota masyarakat adalah helikopter yang disewa oleh PT SORIK MAS MINING, yang hampir tiap hari melintas di Mompang Julu dengan base-nya di lapangan Polres Madina Mompang Julu. Konon setelah terjadinya bentrok antara perusahaan tersebut dengan masyarakat Tano Tiris, mereka mengalihkan pencarian emas ke daerah Sopo Batu, Aek Banir dan Mandailing Julu walaupun banyak yang mempertanyakan izin dan manfaat perusahaan ini melakukan eksplorasi emas di Mandailing karena dianggap hanya akan merusak hutan dan mencemari lingkungan.

Dengan banyaknya temuan emas di Mandailing Natal, kita harapkan pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan alasan apapun tetap menomorsatukan kepentingan masyarakat Madina daripada kepentingan perusahaan-perusahan lokal dan asing yang belum tentu membawa manfaat seperti yang diharapkan. Tentu kita tidak menginginkan kasus-kasus seperti Freeport dan Newmont dengan masyarakat sekitar perusahaan tersebut terjadi di bumi Madina, orang lain bebas memanfaatkan kekayaan emasnya tapi masyarakatnya sendiri hanya mendapat beban limbah dan kemiskinan tanpa henti.

2 Balasan ke Demam Emas di Madina dan Mompang Julu (Bagian 2-Habis)

  1. lianlubis mengatakan:

    semua lapisan masyarakat di mandailing natal harus bersatu menentang kebijakan pemerintah,apabila merugikan masyarakat.jangan mau diadu domba(terpecah-pecah)

  2. Lidya mengatakan:

    hi…
    saya sangat tertarik dengan usaha bapak, dan saya juga berniat seperti bapak, bisa ga saya mintak nomor hp bapak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: