Demam Emas di Madina dan Mompang Julu (Bagian 1)

Sehubungan dengan penemuan emas di Huta Julu di kecamatan Panyabungan Barat dan pada awal 2011 ini beritanya tersebar kemana-mana, banyak penduduk Mompang Julu, Madina dan bahkan dari beberapa daerah di Indonesia (terutama dari Pulau Jawa) yang datang dan yang berusaha mendapat rezeki dari emas-emas tersebut. Banyak di antaranya yang pergi ke desa tersebut yang terletak di daerah Bariba (sebutan untuk daerah-daerah di sebarang sungai Batanggadis) dan bekerja sebagai pengumpul batu, pengangkat batu maupun pemecah batu bagi para perempuan. Bagi yang punya modal tentu saja membuka panggalundungan (mesin-mesin pemisah batu, sehingga batu dan emasnya bisa terpisah dengan bantuan air raksa yang diletakkan di dalam tabung besi/baja yang diputar kurang lebih selama 3 jam). Batu-batu yang dimaksud disini adalah batuan yang diduga mengandung emas yang sekarang ditambang di Huta Julu.

Penulis tidak tahu apakah penambangan emas ini dikategorikan berizin (resmi) atau sama sekali tidak berizin, baik karena izin penambangan, pengelolaan kawasan hutan dan AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan)-nya tidak diurus oleh para penambang yang kebanyakan penambang personal atau memang menambang emas dengan cara membuat lubang-lubang di bukit-bukit di daerah desa Huta Julu ini sama sekali tidak membutuhkan izin apapun kecuali izin dari masyarakat desa yang bersangkutan.

Menurut beberapa penduduk Huta Julu, sebetulnya penambangan emas di daerah itu sudah ada sejak zaman Belanda. Hal ini dibuktikan dengan penemuan beberapa gua buatan yang disebut gua Belanda yang konon digunakan untuk menambang emas dengan cara memahat dan menghancurkan batuan granit (karak) yang terdapat di beberapa bukit di daerah itu. Tapi yang pasti, demam emas ini dimulai dengan menghangatnya berita penambangan emas oleh PT Sorik Mas Mining di Tanggabosi/Tano Tiris kecamatan Siabu yang jalur bukit (tor)-nya sama dengan perbukitan di daerah Bariba (Kecamatan Panyabungan Barat) walaupun izin perusahaan itu sekarang sedang di pertanyakan oleh masyarakat maupun Pj. Bupati Madina sendiri karena sudah habis masa berlakunya (Waspada : Jum’at, 25 Maret 2011 Hal 1-2).

Penambang emas tradisional di Siualangaling Muara Batanggadis

Penambangan emas di Huta Julu ini jauh berbeda dengan penambangan emas yang selama ini kita kenal di Natal, Kotanopan ataupun di daerah Siulangaling. Untuk ketiga daerah ini, kebanyakan penambangan emas dilakukan di jalur sungai dan sekitarnya baik dengan mendulang ataupun menggunakan mesin dompeng. Di Huta Julu, penambangan emas dilakukan dengan cara memahat batu-batuan yang ada diperbukitan desa tersebut, dibawa dengan dipikul oleh para pekerja upahan dengan gaji sekitar 80-100 ribu/karung dan dibawa ke Huta Julu karena jarak antara daerah penambangan dengan kampung tersebut berjarak sekitar 1 – 1,5 jam perjalanan dengan jalan kaki. Kendaraan apapun tidak bisa masuk ke daerah itu karena yang ada hanya jalan setapak naik turun bukit. Ini berbeda jauh dengan PT SORIK MAS MINING yang menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan bukit-bukit di Tano Tiris/Tanggabosi sebelum dimasukkan ke mesin penggiling dan galundung raksasa, menggunakan helikopter untuk supplay bahan makanan dan keperluan lainnya bagi pekerja di pegunungan di daerah tersebut.
Bersambung

6 Balasan ke Demam Emas di Madina dan Mompang Julu (Bagian 1)

  1. satriyabisniss mengatakan:

    Numpang promo ya gan..:D

    LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA /MINGGU

    Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.

    Buka Blog>> “SATRIYABISNISS”

  2. Adamuddin Nasution mengatakan:

    Wah salut …. berarti tambang Emas domadai dihitaan muloi tingon juluan sahat tu talaga ate dongan,mudah-mudahan asal ulang manjadi malapetaka peda di koum koum namambuatsa i, tongkinnai marsitampulan halak disi patunda marsiradu tempat panggalian nai,tongkinnai panabusi ni pusuk pe serei doma bartena di oban- oban tu lopo an.

  3. Irham mengatakan:

    Mabahat korbanna, tp jd rahasia umum, seolah olah semua pihak tutup mata dan pura2 tdk tau menau, bukan lantaran ada indaksiku, tp kasihan madinani, maunya pemerintah memfasilitasi agar masyarakat trampil dan lebih canggih.

  4. smk namira husada mengatakan:

    natagi ma pak i na marmayam2 i tu tu pantai barat torus tu kotanopan

  5. Tonggam Sihombing mengatakan:

    epeng doma sude tie?
    aaaah….nasontak dai…
    tai ulang mambuat hasil sajo dah… akkon na ipikirkon do akibatna….
    cari solusi madah… tie…

  6. Sapriadi mengatakan:

    Mari bersama -sama kita jaga lingkugan dan ekosistem yang ada karena emas barang tambang yang tidak dapat di perbaharui harapan saya bisa saling menjaga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: