Muara Sipongi, Sebuah Daerah yang Terlupakan? (Bagian 1)

Pada Rabu  26 Nopember yang lalu, penulis mendapat SMS dari seorang kawan penulis yaitu M. Taufik Nasution, SH yang juga ketua SDM PARMADINA. Dalam SMS tersebut, M. Taufik memastikan bahwa rencana untuk mengantar Qur’ban dari PKPU Sumatera Utara jadi dilaksanakan dan diserahkan kepada yang bersangkutan untuk mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan rencana tersebut dan membentuk tim yang akan berangkat ke Mandailing Natal seperti rencana PKPU. Sebenarnya rencana untuk mengantar qurban ini sudah lama di rencanakan, namun kepastiannya baru didapat penulis 2 hari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Setelah berkumpul pada siang setelah shalat Zuhur di mesjid kampus UISU, penulis dengan 5 relawan PARMADINA lainnya yaitu Taufik, Iqbal, Rahmad, Hidayat dan seorang lagi penulis lupa namanya (manusia bersifat lupa) ditambah seorang sopir dari mobil yang dicarter berangkat menuju Madina (walapun telat hampir 2 jam kemudian). Dengan mobil Avanza yang baru keluar dari showroom, penulis dan rombongan pun melesat kencang. Diperjalanan, penulis mengalami mabuk perjalanan dan anehnya baru kali ini dirasakan penulis seperti itu. Ini semua bukan karena perut kosong karena tim ini sebelumnya sudah makan malam di Parapat setelah Magrib, tapi gara-gara makan kacang Sihobuk yang terkenal itu. Rupanya bagi yang mudah masuk angin dilarang makan kacang ini. Setelah berhenti beberpa kali karena istirahat, tim sampai di Mompang Julu ketika adzan Subuh.

Setelah melaksanakan shalat Subuh berjamaah, penulis diantar sampai ke depan rumah di Banjar Dolok dengan janji setelah shalat Idul Adha berkumpul kembali di rumah M. Taufik di Sipolu-polu untuk kemudian bergerak ke Muara Sipongi untuk mengantar qurban tersebut. Penulis yang sangat kelelahan gara-gara muntah-muntah diperjalanan segera tertidur setelah menyalami dan mengobrol sebentar dengan seluruh anggota keluarga. Sangking capeknya, sampai-sampai penulis ketinggalan shalat Idul Adha karena terbangun sudah hampir jam 9.

Penulis kemudian mendapat SMS bahwa jadwal ke berangkatan ke Muara Sipongi diundur karena ada anggota tim yang tidak bisa berangkat ke Muara Sipongi setelah shalat Idul Adha, jadwalnya pun diundur ke jam 10.30 WIB. Penulis sangat senang karena itu artinya tidak telat ke Panyabungan sebagai titik kumpul. Jam 10 penulis tiba di rumah M. Taufik sebagai ketua tim setelah sebelumnya hampir setengah jam menunggu angkot di depan gang Bunga Tanjung.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: