Marburas

Marburas atau mar-kombur (Kombinasi Buras) adalah salah satu kebiasaan buruk yang melekat tidak hanya pada masyarakat Mompang Julu saja, tetapi seluruh Mandailing, terutama di Mandailing Godang. Marburas adalah “kegiatan” mulai dari mangobar-obari (membicarakan keburukan seseorang), membicarakan hal yang tidak penting sampai membicarakan humor-humor yang kadang tidak masuk akal. Marburas ini sangat melekat sekali kepada kaum perempuannya, terutama pada kaum ibu. Ibu-ibu di Mompang Julu sangat suka menghadiri pengajian yang rutin di laksanakan setiap malam Senin di mesjid jam’i Riyadussholihin (Musojid Godang) maupun pengajian Senin sore di banjar Jae, tetapi mereka juga sering lupa nasehat-nasehat ustad pada ceramah itu yang melarang kita semua membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi membicarakan keburukan orang lain. Dan tentunya mereka juga sering mendengar pak uztad mengatakan kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan dan perempuan itu adalah orang yang tidak bisa menjaga lidahnya.

Kombur1

Marburasnya ala masyarakat Mompang Julu tidak mengenal tempat. Mulai dari sopo-sopo, warung kopi, di ladang, di sawah, ketika berjumpa di jalan bahkan kadang-kadang saking serunya acara marburas ini apalagi ketika ibu-ibu nya berjumpa di tapian (tempat pemandian), di pekan, di parjuguk-jugukan (tempat-tempat istirahat) maupun di jalan ketika akan ke sawah, acara bekerja di sawahnya bisa tertunda dari beberapa menit hingga berjam-jam! Yang di bicarakan mulai dari anak ni si  aha, boru ni si aha, parmaen ni si aha sampai ambeng ni si aha. Kita tidak tahu, kenapa kebiasaan seperti ini sulit di hilangkan, padahal manfaatnya hampir tidak ada sama sekali.

Para laki-lakinya, terutama yang berusia 20-50 keatas juga tidak mau ketinggalan. Penulis sempat terkejut ketika hendak menuju ke kebun di Dolok Malea. Di Sianggunan dekat turunan ke arah Gonting Sihim ada sebuah warung kopi. Anda tentu heran, siapa pelanggan warung di tengah kebun dan hutan ini? Tapi jangan kaget, ketika pagi-pagi anda lewat di situ sekitar jam 8-10, anda akan menjumpai kerumunan orang seperti acara debat di televisi. Ngapain orang ini semua? Tentu saja Markombur. Mulai dari kobun si aha, piso guris si aha, layan si aha sampai sigaret si aha menjadi topik yang hangat dibicarakan. Padahal orang ini semua rata-rata berangkat ke kebun pas setelah shalat Subuh, bahkan ada yang sebelum itu. Bayangkan waktu yang terbuang percuma hanya untuk acara kombur ini. Memang tidak semua pangguris (penderes karet) seperti itu. Yang berpikiran sudah maju hanya lewat saja sambil tersenyum atau melambaikan tangan ketika diajak rekan-rekannya singgah untuk kombur dulu di lopo tersebut. Yang suka kombur biasanya baru bergerak ke kebunnya setalah itu.

Sop01Sebenarnya acara kumpul-kumpul ini bagus karena akan menjalin silaturrahmi diantara masyarakat, juga komonikasi antar penduduk juga akan terjalin dengan baik. Tetapi yang disayangkan, kadang-kadang acara silaturrahmi ini melenceng ke arah pembicaraan-pembicaraan yang tidak bermanfaat dan membuang waktu yang tidak sedikit. Ke depan kita semua berharap sifat-sifat seperti ini dapat diminimalkan dalam kehidupan masyarakat Mompang Julu.

Satu Balasan ke Marburas

  1. afrizalahmad mengatakan:

    na santing may……!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: