Banjar Dolok Ikuti Kompetisi Longat Cup

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Pepatah ini memang benar adanya. Tubuh yang sehat itu di dapat dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, olah raga yang teratur dan izin dari Allah tentunya. Untuk olah raga, kebanyakan warga masyarakat Mompang Julu sangat menyukai sepak bola, terlepas dari ia bisa memainkannya atau tidak. Selain itu, masyarakat Mompang Julu seperti kampung-kampung lainnya di Mandailing, sangat fanatik kepada kesebelasan kampungnya baik tua maupun muda. Sudah sangat terkenal di daerah Panyabungan sekitar kalau kesebelasan Mompang Julu main dalam suatu kompetisi antar kampung, pasti ada Satu Karcis Dua Film, artinya selain menonton permainan sepak bolanya, juga bakalan dapat tontonan adu jotos minimal pertengkaran mulut. Karena hal ini, kesebelasan Mompang Julu ditolak beberapa kali setiap mengikuti kompetisi, baik tingkat lokal Panyabungan maupun Mandailing Natal.

Orang-orang tentu tidak lupa ketika terjadi kerusuhan sepakbola ketika kompetisi di Malintang Julu pada 2003 lalu yang terjadi ketika Mompang Julu bermain imbang 1-1 melawan Malintang Julu, yang otomatis membuat Malintang Julu out karena sebelumya kalah ketika melawan Panyabungan Tonga. Hal ini membuat warga Malintang Julu menyerang pemain dan pendukung kesebelasan Mompang Julu yang menyebabkan beberapa di antaranya luka-luka. Tindakan mereka ini dibalas penduduk Mompang Julu dengan menghentikan semua kendaraan (razia) yang melewati Mompang Julu ke arah Panyabungan. Semua penduduk Malintang Julu yang kedapatan baik di dalam angkutan pedesaan, truk, bus dan mobil pribadi diturunkan. Para siswanya yang bersekolah di Panyabungan dipulangkan secara paksa dan dalang penyerangan yang kedapatan dipukuli beramai-ramai. Kasus ini baru selesai setelah bupati Madina H.Amru Helmy Daulay, SH sendiri turun tangan mengatasi masalah ini. Akhirnya masyarakat Malintang Julu secara resmi meminta maaf kepada masyarakat Mompang Julu. Sebagai tandanya, mereka juga menyerahkan 1 ekor kerbau untuk di potong bersama di Mompang Julu.

Terlepas dari masalah-masalah itu, baru-baru ini Banjar Dolok mengikuti kompetisi di Longat, Panyabungan Selatan. Kami juga tidak tahu kenapa Banjar Dolok/Lorong III (Banjar Julu dan Banjar Dolok) yang mengirimkan wakilnya ke kompetisi ini dan bukan dari Mompang Julu secara keseluruhan. Walaupun hanya tingkat banjar (lorong), namun dalam ukuran lokal pemain-pemainnya dapat diandalkan dan memiliki banyak pengalaman karena kebanyakan pemain sepakbola Mompang Julu berasal dari lorong ini. Misalnya Lindung, Mohan, Karnen, Rontol, Edi dan sebagainya.

Dalam pertandingan hari Rabu (14 Januari) kemarin, kesebelasan ini bertanding melawan kesebelasan Sirambas. Namun sayang kalah dengan skor 1-2. Pada hari Rabu ini, kesebelasan Banjar Dolok ini akan melawan (kalau tidak salah) Panyabunga Jae yang akan menentukan apakah akan out jika kalah atau mempunyai harapan untuk masuk ke babak 16 besar kalau menang. Semoga berhasil!

Dikirim Oleh : Muksin Nasution (Jum’at, 16/01)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: