Bondar na so Margulaen

Biasanya bondar (parit) yang ada di daerah Mandailing Natal baik yang di persawahan, di kebun, di pinggir hutan atau bahkan yang ada di kampung itu sendiri, mempunyai banyak ikan, misalnya gulaen (ikan) aporas, burirak, ikan kepala timah, ikan gabus, ikan mas, ikan lele, mujahir, nila maupun ikan yang datang dari sungai Batang Gadis ke sungai Siala Payung (seperti cen-cen). Namun bondar yang mempunyai banyak ikan sekarang di Mompang Julu seperti tinggal ingot-ingotan (kenang-kenangan) saja karena keadaanya sudah tidak demikian.

Jika anda memancing di bondar-bondar yang ada di Saba Donok saja misalnya pada tahun 1990-an, hanya dengan  modal sebuah pancing, cacing tanah dan sedikit kesabaran, insyaAllah anda akan pulang ke rumah dengan membawa ikan yang cukup untuk satu kali masak. Apalagi kalau anda membawa kail taon (pancing yang dipasang seperti perangkap), anda tentu akan membawa pulang beberapa ekor ikan gabus dan ikan lele. Tapi jangan lagi berharap keadaan seperti itu akan anda alami jika anda memancing di bondar-bondar itu sekarang. Yang anda dapatkan mungkin hanya kekesalan dan mungkin sedikit mengupat karena kesal tidak mendapatkan ikan seekorpun. Dan kalaupun anda beruntung, mungkin anda hanya akan mendapat 1 ekor aporas dan beberapa ikan kepala timah kecil yang pastinya tidak akan cukup untuk dimasak.

bondar2
Hal di atas bukan karena ikan-ikan yang sekarang kekenyangan, tetapi disebabkan karena ikannya sendiri yang hampir tidak ada lagi di bondar-bondar itu. Trafo Listrik, ya..alat itulah yang menyebabkan ikan-ikan itu hilang dan musnah. Walaupun banyak anggota masyarakat yang mengecam tindakan ini, namun sebagian warga masyarakat Mompang Julu yang mempunyai pikiran pendek tetap melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum ini. Orang-orang ini juga menyewakan alat setrum ikan tadi kalau sedang tidak digunakan. Sebut saja seorang warga yang tinggal di Banjar Lombang.

Semua bondar (parit) di areal persawahan dan kebun di Mompang Julu mungkin tidak ada yang luput dari serangan alat setrum ini. Mulai dari Saba Donok, Saba Jae Bondar, Saba Julu, Saba Dolok, Saba Lombang, Saba Gunung Barani, Huta Olbung bahkan sungai yang ada di Sianggunanpun tidak luput dari sisiran orang-orang ini. Padahal kalau orang-orang ini mau sedikit menggunakan otak di kepalanya untuk memikirkan akibat dari perbuatannya, maka hal ini mungkin tidak akan terjadi. Ikan-ikan baik besar maupun kecil akan mati tersetrum listrik. Bahkan telur-telurnya sendiri akan hancur seperti di rebus. Akan di butuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kondisi bondar-bondar ini seperti keadaan semula, itupun kalau kegiatan menyetrum ikan ini dihentikan dari sekarang!

Apakah perbuatan oknum masyarakat ini tidak ditindak? Sama sekali tidak. Walaupun Polres Mandailing Natal bermarkas di ujung kampung ini, namun tidak ada yang berani melaporkan, baik anggota masyarakat maupun kepala desa Mompang Julu sendiri. Entah karena takut atau tidak peduli, kita tidak tahu. Padahal perbuatan ini dikategorikan melanggar Undang-Undang tentang Lingkungan. Walaupun begitu, ke depan sangat kita harapkan ketegasan Kepala Desa kita yang baru terpilih maupun ketegasan dari pihak Hatobangon selaku pelaku adat di kampung ini untuk segera melarang menangkap ikan dengan cara menyetrum demi terciptanya kembali lingkungan yang bebas dari ganguan-ganguan semacam setrum listrik ini. Sebagian bondar yang bagus namun dianggap tidak produktif bisa dijadikan lokasi Lubuk Larangan. Contohnya terdapat di Gunung Tua dan Gunung Barani. Ikan-ikan dilindungi dan suatu saat bisa diambil dan hasil penjualannya bisa menjadi pemasukan untuk kas desa.

2 Balasan ke Bondar na so Margulaen

  1. Bayo Haibuan mengatakan:

    Botul doi kawan, jadi bea doma hita baen mangalarang on?…. akkon na ditindak doi sacepatna…

  2. t rambe mengatakan:

    o huta hasorangon ku mompang julu na deges
    ulang ma nian ho mur mamenek, ro ma ho magodang
    songon na jolo jungada do ho mangoromkan huta

    por do rohangku naposo bulung nape mar hapistar
    anso bisa do ma hami oban sanga tudia goar di huta on

    bo pe songoni dongan2 ita pature ma sude huta on
    o dongan2 na i pangarantoan on oban ma mompang on tu bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: